Meledaknya jumlah populasi menjadi masalah tersendiri yang di hadapi, tanpa di barengi dengan kebijakan yang tepat banyaknya jumlah penduduk justru akan menjadi sebuah boomerang. Jumlah penduduk yang banyak, bisa jadi akan menciptakan suatu masalah. Antara lain, konflik sosial, ketersediaan pekerjaan, pangan juga hunian.
![]() |
| Konsep Kota Vertikal (Source Image) |
Menghadapi tantangan seperti ini, baru-baru ini sebuah inovasi mulai dikembangkan oleh pengembang properti. Tim Arsitek menciptakan terobosan baru dengan menerapkan konsep kota Vertikal, atau dengan bahasa yang lebih mudah adalah kota yang di buat dengan bangunan yang menjulang tinggi dan memiliki ratusan lantai.Lantas, amankah konsep kota Vertikal?
Sejumlah perdebatan masih mencuat untuk urusan yang satu ini, dan tentu saja konsep ini tak bisa diterapkan di semua tempat yang mengalami masalah dengan kepadatan populasi dengan berbagai pertimbangan, antara lain letak geografis dan resiko bencana. Selain itu ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain :
- Modal
![]() |
| Ilustrasi Modal (Source) |
Sampai saat ini, gagasan tentang kota vertikal hanya sebatas konsep, selain terbentur oleh investor. Dalam penerapannya, untuk membuat, merawat dan mejalankan kota vertikal akan membutuhkan dana dan waktu yang sangat banyak. Diharapakan campur tangan pemangku kekuasaan dan pengembang agar menciptakan hunian yang hemat biaya.
- Lingkungan
![]() |
| Lingkungan Kota Vertikal (Source Image) |
Berada di kota vertikal akan sangat jauh berbeda bila berada di kota konvensional. Di kota konvensional, akan terbiasa dengan lingkungan yang asri dan hijau. Lantas bagaimana solusinya? Dengan menciptakan vertical garden atau taman merambat, juga memperbanyak ruang terbuka, atau kaca tembus pandang sehingga menciptakan kesan yang lapang. Hal ini bertujuan agar orang yang hidup dalam kota vertical dapat leluasa melihat pemandangan sekitar dari dalam gedung.
- Desain
![]() |
| Konsep desaign (Source) |
Desain gedung juga menjadi satu hal yang penting. Memisahkan antara hunian dan perkantoran, sekolah dengan tempat perbelanjaan. Juga tak luput adalah fasilitas yang menghubungkan antar lantai. Rasa nyaman dan aman menjadi prioritas utama dalam pembangunan kota vertical.
- Sky City Changsa, Tiongkok
![]() |
| Changsa Sky City (Source) |
Tiongkok adalah salah satu negara yang berencana membangun gedung tertinggi di dunia (Sky Scrapper). Kali ini Tiongkok berambisi menciptakan hunian terpadu dengan tinggi mencapai 838 Meter dengan 202 lantai. Di mega proyek tersebut, nantinya akan terdapat beberapa fasilitas publik diantaranya Rumah Sakit, Hotel, Perkantoran, Hunian, dan juga Pertokoan yang di dukung oleh 104 lift dengan kemampuan lebih. Sebagai tambahan sampai saat ini, rekor gedung tertinggi masih dipegang oleh Burj Khalifa Dubai dengan 828 Meter, namun akan segera diambil alih Arab Saudi melalui Mega Proyek mereka Jeddah Tower dengan ketinggian lebih dari 1000 M atau 1 KM.
Kota Vertikal adalah gambaran sebuah kota mandiri lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang layaknya kota konvensional. Di kota tersebut, masyarakat diharapakan dapat hidup, bekerja, sekolah dan menjalankan aktifitas lainnya dari ketinggian diatas tanah. Diharapkan, terobosan ini mampu menjadi solusi mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan, meski begitu untuk mewujudkan adanya kota Vertikal tentu banyak tantangan yang harus dihadapi, misalnya modal. Butuh dana dalam jumlah yang sangat besar untuk membangunnya, ketersediaan energi juga air bersih. Untuk itulah dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan pengembang untuk membuat konsep ini menjadi hemat biaya.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar