Pages

Ingin Sensasi Beda pas Naik Kereta Indonesia, Silahkan Coba Jalur Kereta Ekstrem Ini

Kereta Api menjadi salah satu moda transportsi andalan karena daya angkutnya yang besar. Hal lain yang menjadi pertimbangan menggunakan moda transportsi kereta api adalah ketepatan jadwal dan efisien waktu karena jarang berhenti untuk mengangkut penumpang.

Namun tahukan Anda jika dinagara kita Indonesia terdapat beberapa jalur kereta api ekstrem yang biasa di lewati. Mungkin bagi Anda yang pernah melewatinya akan terasa biasa saja, apalagi saat berada dalam gerbong kereta. Tapi pemandangan yang lainkan terlihat saat berada diluar, dimana kereta yang melaju seakan seperti Roller Coaster. 

Berikut Admin sajikan 10 jalur kereta api ekstrem yang ada di Indonesia :
Catatan :

Cara membaca laju kereta api
10 permil = Setiap 1 Km jalur kereta api akan naik/turun setinggi 10 meter
26,5 permil = Setiap 1 Km jalur kereta api akan naik/turun setinggi 26,5 meter
  • Malang-Blitar  (10-15 permil)
 
Jalur Kereta Malang-Blitar (Source Image)
Jalur kereta api yang menghubungkan kota Malang dan Blitar di Jawa Timur berada di bawah naungan Daops 8 Surabaya. Jalur ini menjadi jalur utama bagi rangkaian kereta dari atau menuju Bandung dan Jakarta. Di jalur ini juga terdapat dua terowongan, yakni Eka Bakti Karya dan Dwi Bakti Karya, kedua terowongan ini di bangun pada tahun 1969 yang bersamaan dengan pembangunan waduk Ir Sutami yang lebih dikenal dengan nama Waduk Karang Kates. Selain terowongan, di jalur ini juga terdapat jembatan Lahor yang sudah sangat terkenal.
  • Prupuk-Purwokerto (10-15 permil)
Jalur Kereta Prupuk - Purwokerto (Source Image)

Tak ubahnya jalur kereta Malang-Blitar, jalur kereta yang terdapat di Jawa Tengah yakni Prupuk-Purwokerto juga memiliki gradien 10-15 permil. Tidak heran jika jalur ini memiliki perjalanan pendakian yang cukup terjal karena mengingat letak kota Purwokerto berada di dataran tinggi kaki gunung Slamet.
  • Lawang-Bangil ( 15-25 permil)
 
Jalur Kereta Lawang- Bangil (Source Image)
Jalur kereta api Lawang-Bangil bisa dibilang merupakan jalur kereta api yang memegang prediket sebagai jalur keret api paling ekstrem di Daops 8 Surabaya. Sematan ekstrem pada Jalur yang menghubungkan Malang dan Pasuruan ini karena letak stasiun Bangil di Kabupaten Pasuruan adalah 9 Mdpl (Meter diatas permukaan laut) sementara stasiun lawang di Malang berada di ketinggian 484 Mdpl, terhitung berapa kereta harus mendaki pada jarak yang hanya 31 Km saja.
  • Purwakarta-Padalarang (16,5-25 permil)
 
Terowongan Kereta (Source Image)
Jalur kereta api Purwakarta-Padalarang berada di bawah naungan Daops 2 Bandung. Jalur ini bisa dibilang istimewa lantaran terdapat teroeongan kereta api terpanjang, yakni sasaksaat (949 meter) yang masih aktif. Selain terowongan terdapat juga jambatan terpanjang yang juga masih aktif yakni jembatan Cikubang sepanjang 300 meter dan jembatan tertinggi yakni jembatan Cisomang setinggi 100 meter lebih. Jalur kereta api ini bisa dibilang sangat berbahaya karena berada di punggung bukit dan banyaknya lembah yang di lewati.
  • Cicalengka-Cipandeuy-Ciawi (25 permil)
 
Jalur Kereta Cicalengka-Cipandeuy-Ciawi (Source Image)
Jalur yang menghubungkan kota Bandung dan Tasikmalaya ini juga tak kalah ekstrem. Saking ekstrem nya jalur ini selalu digunakan untuk melakukan ucicoba lokomotif baru yang akan digunakan di Pulau Jawa. Dari Stasiun Ciawi, keret akan melalui tanjakan terjal sampai stasiun Cipandeuy, selepas itu akan menapaki turunan curam menuju stasiun Cibatu. Tak hanya sampai disitu, kereta akan menanjak sampai stasiun Nagreg yang merupakan stasiun tertinggi di Indonesia dan kemudian meluncur kembali kebawah sampai stasiun Cicalengka. Sungguh ekstrem.
  • Indarung-Bukit Putus (26,5 permil)
 
Jalur Kereta Indarung - Bukit Putus (Source Image)
Salah satu jakur kereta api non gerigi ini merupakan salah satu yang paling ekstrem dan masih aktif hingga saat ini. Jalur kereta Indarung-Bukit Putus berada dibawah kendali Divre 2 Sumbar. Setiap harinya, jalur ini hanya dilalui oleh kereta logistik milik PT. Semen Padang yang membawa e20 gerbong tanker per rangkaian. Saking ekstremnya, untuk melewati jalur ini kereta yang berisi muatan semen sampai harus ditarik oleh dua lokomotif dan di doromg 2 lokomotif dari belakang.
  • Cipatat-Tagog Apu (40 permil)
 
Jalur Kereta Cipatat-Tagog Apu (Source Image)
Jalur kereta Cipatat-Tagog Apu berada di Daops 2 Bandung dan sudah tidak aktif. Namun beredar isu bahwa di tahun 2017 jalur ini akan diaktifkan kembali, jika benar demikian maka jalur ini akan menjadi jalur kereta paling ekstrem di Indonesia mengalahkan jalur Indarung-Bukit Putus. Jalur yang menghubungkan dua stasiun yang hanya berjarak 12 Km tersebut sangat ekstrem, pasalnya tanjakan yang terjal di jalur ini tak jarang membuat lokomotif mogok. Selain itu di ujung tanjakan juga terdapat tikungan tajam sehingga terkadang membuat masinis bingung antara mengurangi Throttle atau menambahnya, telat sedikit saja akan membuat lokomotif selip atau mogok.
  • Jambu-Bedono (40-65 permil)
 
Jalur Kereta Jambu-Bedono (Source Image)
Jalur Jambu-Bedono berada di Daops 4 Semarang. Untuk melewati jalur ini, Anda harus menaiki kereta wisata Ambarawa. Jalur ini cukup terjal, saking terjalnya bahkan lokomotif harus di pindah ke belakang untuk mendorong rangkaian kereta. Hal ini bertujuan agar kereta tidak meluncur kembali saat di tanjakan.
  • Kandang Ampat-Padang Panjang (70 permil) dan Padang Panjang-Koto Baru (80 permil)
 
Jalur Kereta ekstrem (Source Image)
Selain jalur Indarung-Bukit Putus, jalur ektrem lainnkya di Divre 2 Sumbar adalah dua jalur ini. Bahkan dua jalur ini memegang predikat pertama dan kedua sebagai jalur ekstrem di Indonesia. Jika Anda naik kereta yang melewati jalur ini siapkanlah nyali Anda, selain itu Anda juga akan di suguhi pemandangan indah di Lembah Anai.

Untuk melewati jalur ini, PT. Kereta Api Indonesia mengoperasikan lokomotif khusus dengan seri BB 204. Lokomotif ini merupakan salah satu lokomotif tercanggih dan termahal di Indonesia yang di buat oleh pabrikan Mercedea-Benz. Namun sayangnya jalur ini sudah dinonaktifkan setelah gempa bumi hebat menggunacang kota Padang pada 2009.

Unknown

Seseorang yang biasa saja, lahir besar dan menetap di Kota Angin yang sejuk. Hidup dalam kesederhanaan, sedikit bicara, antusias dengan pengetahuan dan suka menjelajah tempat baru. Teknologi menjadi bagian dari gaya hidup, memanfaatkan teknologi untuk membangun komunitas dan menjalin pertemanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar