Pages

Luar Biasa !! 5 Hal Dari Tanah Papua yang Akan Bikin Kamu Geleng Kepala

Ilustrasi Tarian Tradisional Papua
Ilustrasi Tarian Tradisional Papua (Source Image)

Terletak di ujung timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jauh dari kata modernitas, kontur daerah yang khas dengan pegunungan membuat Papua terisolir. Dibalik semua itu, Papua adalah sebuah daerah yang kaya. Baik karena hasil perut bumi, maupun kaya akan adat-istiadat yang masih alami dan terjaga kemurniannya. Mendengar kata Papua yang terlintas dalam benak kita adalah tambang tembaga, hutan belantara juga suku-suku pedalaman. Banyak yang belum mengetahui bahwa sebenarnya tanah Papua memiliki banyak keajaiban lainnya yang mungkin belum kita ketahui. Berikut 5 keajaiban dari tanah Papua yang Admin kutip dari laman goodnewsfromindonesia.org

  • Salju Abadi

Salju di Puncak Cartenz
Salju di Puncak Cartenz (Source image)
Mendengar kata salju yang terlintas dalam benak adalah negara dengan 4 musim, bukannya negara tropis seperti Indonesia. Tapi tahukah Anda jika ternyata di negara tropis seperti Indonesia memiliki satu tempat dengan sebuah salju abadi. Datanglah ke Gunung Cartenz, gunung tertinggi di Papua dengan ketinggian 4.884 Mdpl (Meter diatas permukaan laut) dan merupakan salah satu dari 7 puncak benua atau yang biasa di kenal dengan sebutan Seven Summit Continental. Cartenz merupakan rangkaian dari pegunungan yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Lorents.

Jika Anda seorang petualang dan berniat mendaki Puncak Cartenz, terlebih dahulu Anda harus memastikan kesiapan perbekalan dan fisik untuk masa pendakian selama kurang lebih 11 hari. Titik pendakian menuju puncak Cartenz dapat dimulai dari Sugapa, dari sini Anda bisa menyewa jasa seorang porter dengan kisaran tarif antara Rp. 500 rb  - 1 Juta per harinya. Tentu bukan perkara mudah untuk mencapai puncak Cartenz, selain dibutuhkan perbekalan dan fisik yang kuat, keahlian Anda di alam bebas benar-benar di harapkan, terutama tentang teknik tali-menali. Sebab, ada bagian dimana Anda harus menyeberangi sebuah jurang dengan cara menggantungkan diri dan merambat secara perlahan-lahan diatas ketinggian 100 meter, ditengah udara dingin dan oksigen yang kian menipis.

  • Pasir Putih di Atas Bukit

Pasir putih Bukit Sumpala
Pasir putih Bukit Sumpala (Source Image)
Pasir putih biasanya identik dengan pantai. Tapi menariknya, di sebuah bukit di Wamena, sebuah distrik di Kabupaten Jaya Wijaya, Papua, terdapat fenomena alam dimana sebuah hamparan pasir putih muncul di bukit yang hijau. Mengagumkan !!

Bukit Sumpula adalah keajaiban alam dari Papua yang juga dilipitu misteri, meski tak memiliki pantai nyatanya hamparan pasir itu bisa muncul. Akses menuju ke Bukit Sumpula  terbilang mudah, hanya memakan waktu sekitar 45 menit dari pusat kota Wamena. Setidaknya terdapat 6 tempat dibukit ini, tempat kita bisa menemukan hamparan pasir putih yang indah dan kontras dengan warna hijau bukit. Menariknya Anda hanya akan dipungut biaya sukarela untuk bisa berkunjung ke bukut ini.

  • Mumi

Mumi Papua
Mumi Papua (Source Image)
Tak perlu jauh-jauh terbang ke Mesir untuk meilhat sebuah Mumi, di Indonesia tepatnya di Papua terdapat setidaknya 6 Mumi berusia ratusan tahun yang masih dalam kondisi baik dan terawat. Mumi di Wamena juga tak kalah "sangar" dengan Mumi dari Afrika, dengan warna dominan hitam dan lekuk tubuh yang terlihat jelas. Tak seperti di Mesir, Mumi di Wamena berada dalam keadaaan duduk dengan dua tangan memegang erat lutut dan kepala sedikit mendongak.

Kampung Sompaima, Distrik Kurulu, adalah kampung yang paling terkenal tentang keberadaan mumi ini. Proses dari pembuatan mumi sendiri melalui penjemuran dan pengeringan di gua dalam waktu yang lama, dan tak sembarangan orang yang bisa dijadikan mumi karena biasanya hanya kepala suku atau jenderal perang saja yang berhak atas wasiat mereka sendiri untuk memberikan kesejahteraan bagi para suku dan masyarakatnya.

Bila Anda berkunjung ke Papua dan hendak melihat Mumi ini, sipakan terlebih dahulu uang sekira Rp. 100-150 Ribu per rombongan. Uang yang didapat dari pemberian wisatawan akan di gunakan untuk kepentingan masyarakat sekitar, selain itu para wisatawan juga bisa membeli oleh-oleh khas Papua yang di jual oleh masyarakat sekitar mulai dari kalung taring babi hingga Noken.

  • Lukisan di Goa Kontilola
Lukisan di dinding Goa Kontilola
Lukisan di dinding Goa Kontilola (Source Image)

Satu lagi keajaiban yang juga menjadi misteri dan tanda tanya besar di bumi Papua adalah situs Goa Kontilola. Goa ini berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari Bandara Wamena. Untuk masuk kedalamnya Anda harus mendaki tangga-tangga alami dan menjelajahi hutan selama kurang lebih 10 menit, sebelum akhirnya Anda akan memasuki sebuah aula besar di mulut goa. Goa Kontilola merupakan goa dengan tipe Horizontal, sehingga jika tidak membawa perlengkapan yang memadai maka bisa dipastikan Anda hanya akan sampai di Aula. Untuk bisa masuk lebih kedalam dibutuhkan peralatan tambahan seperti senter, sepati boots, helm, dan berbagi peralatan keselamatan lainnya. Tapi tak perlu menelan kekecewaan berlebihan, sebab di Aula juga bisa menikmati sebuah keajaiaban dan juga misteri. Sebuah lukisan di dinding gua setinggi 3 meter, dalam lukisan yang dapat dilihat dengan mata telanjang itu bisa terlihat dengan jelas lukisan yang sama sekali tak menggambarkan orang papua, melainkan sosok manusia dengan bentuk yang aneh.

Secara kasat, bentuknya memang menyerupai bentuk tubuh manusia. Akan tetapi, jika diperhatikan lebih seksama lagi, kepalanya berbentuk bulat layaknya bola dan tak memiliki rambut sama sekali. Selain itu, jumlah jari tangan dalam lukisan goa tersebut berjumlah empat, bukan lima layaknya manusia pada umumnya. Dari cerita yang beredar di masyarakat sekitar, lukisan tersebut sudah lama berada di goa dan merupakan peninggalan leluhur.

  • Telaga Biru berwarna Hijau
Telaga biru Wamena
Telaga biru Wamena (Source Image)

Satu tempat di Papua yang belum banyak di ekspos dan dikunjungi Traveller adalah telaga Biru di distrik Maima, Wamena. Letaknya tersembunyi di balik bukit terjal, dengan tebing hijau alami. Oleh masyarakat sekitar telaga ini dianggap sebagai tempat yang sakral, konon telaga ini merupakan tempat pertama munculnya manusia di bumi Papua.

Yang menarik dari telaga ini adalah warna air danaunya yang berupa hijau tosca. Di telaga ini wisatawan tidak diperkenankan untuk berenang, dan harus dipatuhi oleh siapapun yang merasa penasaran dengan telaga ini. Menurut cerita masyarakat setempat, dulu ada wisatawan yang nekat berenang dan menjumpai Honai (rumah adat Suku Dani) di dalam telaga.

Unknown

Seseorang yang biasa saja, lahir besar dan menetap di Kota Angin yang sejuk. Hidup dalam kesederhanaan, sedikit bicara, antusias dengan pengetahuan dan suka menjelajah tempat baru. Teknologi menjadi bagian dari gaya hidup, memanfaatkan teknologi untuk membangun komunitas dan menjalin pertemanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar