Pages

Mengejutkan, di Desa ini Pria Haram Hukumnya Untuk Menetap

Disalah satu sudut benua hitam Afrika, ada sebuah tempat bernama desa Umoja yang terletak di sebelah utara negara Kenya yang memiliki sebuah keunikan, dimana dalam desa tersebut hanya di diami oleh 47 Wanita dan hampir 200 anak-anak.

Uniknya Desa Umooja (Source Image)
Yang mengejutkan dari desa ini adalah tidak ditemukannya pria, pelarangan tersebut muncul karena desa Umoja diperuntukkan untuk kesejahteraan wanita, melindungi wanita dari tindak kekekerasan dan pelecehan dan juga kekerasan dalam rumah tangga.

Bisa jadi desa Umoja adalah satu-satunya desa di dunia dimana semua penghuninya adalah kaum hawa, berikut 3 Hal yang bisa Anda harus ketahui dari desa Umoja.
  • DEMOGRAFI
Didirikan pada tahun 1990 atau 26 tahun silam oleh beberapa wanita yang menjadi korban kekerasan berupa pemerkosaan oleh "tentara inggris lokal" yang ditempatkan di kawasan mereka, Umoja saat ini menjadi rumah bagi haoir 50 perempuan dan anak-anak. Banyak dari perempuan yang mendiami desa ini mengaku telah diperkosa, kenyataan yang mengejutkan adalah tindak kekerasan ini tak jarang dilakukan oleh keluarga mereka. Berawal dari rasa dan minat yang sama kemudian membuat desa Umoja menjadi desa mandiri dengan banyak perempuan yang bekerja dengan membuat kerajinan dan perhiasan yang kemudian dijual kepada wisatawan guna memncukupi kebutuhan ekonomi mereka.
  • PENDIDIK
Para wanita di desa ini berbicara dengan gadis-gadis muda dalam komunitas mereka maupun masyarakat sekitar perihal pernikahan di usia muda. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran diantaranya tentang bagaimana kerasnya menjadi wanita di afrika yang kerap menjadi sasaran kekerasan seksual, bahaya seks di usai dini, hingga sunat ala wanita yang kerap dilakukan di beberapa negara di Afrika untuk meredam hasrat birahi.
  • HUBUNGAN SUAMI-ISTRI
Melihat pada statistik desa umoja dimana terdapat 47 wanita dan hampir 200 anak-anak, yang menarik perhatian adalah bagaimana jika mereka ingin menikah namun tak dijumpai satupun lelaki yang menetap di desa mereka. Para wanita yang menetap disini mengaku masih menyukai pria dan ingin memiliki bayi, namun karena peraturan adat yang tak mengijinkan seorang pria untuk masuk maka tak satu pun pria terlihat di desa tersebut.

Unknown

Seseorang yang biasa saja, lahir besar dan menetap di Kota Angin yang sejuk. Hidup dalam kesederhanaan, sedikit bicara, antusias dengan pengetahuan dan suka menjelajah tempat baru. Teknologi menjadi bagian dari gaya hidup, memanfaatkan teknologi untuk membangun komunitas dan menjalin pertemanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar