Secara perlahan namun pasti diiringi dengan pemanasan global yang berkelanjutan, polusi udara dan berbagai kerusakan yang disebabkan oleh aktifitas manusia. Ada beberapa kota di dunia yang saat ini tengah terancam bahaya akan hilang dari peta, ancaman bencana alam menjadi momok mengerikan yang di hadapi oleh beberapa kota di dunia ini. Jika tidak ada tindakan antisipatif dari pemerintah negara tersebut, akan dipastikan bahwa kota-kota tersebut hanya tinggal kenangan saja.
![]() |
| Ilustrasi Gambar Banjir Besar (Source Image) |
Berikut Admin berikan sepuluh kota di dunia yang perlahan namun pasti akan hilang dari peta.
10. Amsterdam, Belanda.
10. Amsterdam, Belanda.
Amsterdam merupakan salah satu kota indah di Belanda, dan merupakan salah satu gerbang masuk ke Benua Eropa. Selain menyajikan pemandangan yang mengagumkan dengan khas bangunan di kota tersebut, ternyata Amsterdam juga tengah terancam akan hilang dari peta di masa depan.
Belanda adalah negara yang dikenal memiliki ketinggian tanah lebih rendah bila dibandingkan dengan air laut. Melihat hal tersebut, menjadikan pemerintah Belanda membuat beberapa langkah pencegahan agar air laut tidak naik, yakni dengan membuat tanggul yang besar.
9. Venice, Italia
Venice merupakan salah satu kota di Italia yang menjadi kota romantis yang wajib dikunjungi bersama dengan kekasih dengan kanal dan gondola. Sebagai salah satu kota cantik di dunia, banyak orang yang memang telah mengetahui bahwa perlahan namun pasti, kota ini suatu saat pasti akan hilang dari peta. Tanda-tanda hilangnya kota ini sudah terlihat sejak 100 tahun terakhir. Dimana ketinggian tanah di kota Venice telah turun hingga 24 cm.
Contoh nyatanya adalah 100 tahun yang lalu, St. Mark's Square selalu diserang banjir sebanyak 9 kali tiap tahunnya. Kali ini, banjir bisa menyerang sebanyak 100 kali setiap tahunnya. Tentunya hal ini sangat menjadi perhatian dari pemerintah. Sejumlah rencana telah dibuat agar bisa mempertahankan Venice nan romantis. Apakah hal tersebut berjalan sesuai rencana? Hanya waktu yang bisa menjawabnya,
8. Banjul, Gambia
Sebagai Ibukota dari negara Gambia, Banjul dilanda masalah yang amat rumit yakni kota ini terancam akan hilang keberadaannya dari peta. Tidak diketahui kapan pastinya kota ini akan lenyap, namun seiring berjalannya waktu, bisa dipastikan kota ini akan segera menjadi kenangan.
Ancaman hilangnya Banjul dari peta ini disebabkan karena ketinggian tanahnya yang kini mulai semakin turun. Akibat perubahan iklim yang terjadi di kota ini, ketinggian air laut meningkat menjadi 1 meter. Jika semakin dibiarkan, pemukiman akan tertutup air laut, setengah dari hutan mangrove dan ladang padi akan hilang.
7. Timbuktu, Mali
Ketika bukit pasir mulai menutupi tanah, maka desertifikasi menjadi masalah yang akan dihadapi. Kota Timbuktu yang juga merupakan Ibukota dari Negara Mali, telah mengalami ancaman berbahaya sejak abad ke-15. Padahal Timbuktu telah berumur lebih dari 1.000 tahun telah menjadi salah satu kota tempat tujuan pariwisata yang terkenal.
Meskipun kebanyakan wilayah ini telah tertutup oleh pasir, tapi kota ini masih memiliki pantai yang indah. Di pantai inilah terdapat terumbu Pirus dan juga beberapa tempat-tempat penuh sejarah. Sayangnya, anak cucu kita mungkin tidak akan bisa lagi melihat kota ini. Beberapa bagian kota ini telah terkubur oleh pasir. Pemerintahpun telah melakukan beberapa upaya untuk bisa mengembalikan kondisi kota.
6. New Orleans, Amerika
Melihat posisi kota New Orleans, mau tidak mau harus diakui bahwa kota ini perlahan tapi pasti akan segera menghilang dari peta. Hampir setiap musimnya, kota ini berisiko tinggi diserang bencana banjir. Kehancuran kota yang disebabkan oleh sungai Mississipi ini telah menjadi bukti nyata betapa rentannya kota ini terhadap banjir dan naiknya permukaan air laut.
Dikarenakan badai Katrina pernah menyebabkan kerusakan parah pada kota ini, maka pemerintah New Orleans semakin meningkatkan pertahanan agar kota ini tidak diserang oleh banjir. Sejumlah bendungan dan kanal dibuat untuk menahan kekuatan air. Untuk sementara ini, New Orleans bisa dikatakan sudah siap untuk menghadapi bencana di ke depannya.
5. Naples, Italia
Kembali lagi ke Negara Italia, nampaknya tidak hanya Venice saja yang terancam hilang dari peta, namun kota Naples juga mengalami nasib yang sama. Naples ini merupakan ibukota dari negara bagian Campania. Kota ini juga menjadi kota metropolis terbesar yang berada di laut Mediterania dengan total populasi mencapai 960.000 pada tahun 2012.
Gunung Vesuvius yang berada di teluk Naples selain menjadi daya tarik wisatawan, gunung ini juga menjadi bom waktu bagi penduduk kota Naples. Gunung Vesuvius pernah meletus dan lahar panasnya mengancurkan kota Pompeii pada tahun 79 sebelum Masehi. Dan gunung ini masih terus aktif setiap 100 tahun. Terakhir erupsi terjadi di pertengahan tahun 2000.
4. London Selatan, Inggris
Tidak ada yang menyangka bahwa kota maju dan modern seperti London juga mengalami hal yang sama, yakni ancaman menghilang dari peta. Tapi hal tersebut benar-benar mungkin terjadi tepatnya di London bagian selatan. Dibangun di sekitar sungai Thames, ancaman banjir menjadi hal yang sering dialami oleh penduduk kota yang tinggal di sekitar sungai.
Dermaga di sepanjang sungai Thames telah dibuat menjadi jalan. Jalan yang bernama Victoria Embankment menjadi area yang paling diminati untuk dikembangkan, area ini juga yang akan pertama kali tenggelam bila terjadi banjir. Apalagi bila ditambah saat ini gelombang sungai Thames tengah meninggi.
3. Bangkok, Thailand
Bangkok menjadi salah satu Kota di Asia yang juga terancam bahaya. Sudah jelas bahwa kota ini semakin tenggelam seiring berjalannya waktu. Bangunan di kota Bangkok semakin terdorong ke tanah yang berlumpur. Memang sudah menjadi topik pembicaraan lama bahwa naiknya permukaan air laut menjadi faktor utama yang membahayakan kota ini.
Beberapa peneliti di Bangkok menganggap bahwa perlu dilakukan penanganan untuk mencegah naiknya permukaan air laut. Tapi sayangnya, pemerintah Bangkok masih menganggap bahwa kota ini masih tergolong aman dan tidak akan hilang dari peta.
2. Shanghai, Tiongkok
Menjadi teman dari Bangkok, Shanghai yang juga merupakan salah satu kota di Asia ini mengalami hal yang tidak jauh berbeda dengan Bangkok. Shanghai menjadi satu-satunya kota di daratan Tiongkok yang memiliki resiko paling tinggi yang akan menjadi korban pertama dari naiknya permukaan air laut. Sedangkan kota lain seperti Guangzhou dan Hong Kong juga turut menyusul hal yang sama seperti yang di alami oleh kota Shanghai.
Kenaikan permukaan air laut setinggi 6,5 meter diperkirakan akan terjadi kira-kira 400 tahun kemudian. Dan hal tersebut bisa mengakibatkan kota Shanghai akan tertutup oleh air sepenuhnya. Tap itu hanyalah kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi di waktu yang akan mendatang. Apabila ada tindakan pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah, mungkin saja umur kota Shanghai akan bertahan lebih lama.
1. Kota Pinggiran Di Amerika
Menjadi kota paling pertama yang mungkin akan segera hilang dari peta beberapa tahun kemudian. Naiknya permukaan air laut dan pemanasan global menjadi ancaman utama bagi kota-kota yang berada di pinggiran sungai. Sudah sejak tahun 1989, permukaan air laut naik sekitar 8 inci dan terus meningkat sampai saat ini.
Meningkatnya permukaan air laut ini tentunya bisa berakibat naiknya resiko terjadinya banjir. Padahal daerah pinggiran sungai ini diisi dengan kota dengan jumlah penduduk yang banyak. New York, New Orleans, Boston, Washington, dan tenggara Florida bisa dilanda banjir suatu saat nanti. Selain kota yang telah disebut diatas, masih ada banyak kota lain yang juga bisa terkena dampak banjir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar