Ada banyak sekali tempat unik dan menarik di dunia ini yang patut kita kunjungi. Di sebuah tempat di negara Belanda, terdapat sebuah desa yang unik dan menarik ditengah modernitas negara tersebut.
![]() |
| (Source Image) |
Adalah Desa Giethoorn namanya, saat Anda berkunjung disini maka bisa dipastikan bahwa Anda tidak akan menemukan mobil atau bus, atau alat transportasi modern di sini sama sekali. Kota kecil ini indah, dulu dikenal dengan julukan 'Venesia dari Belanda' dan tidak memiliki jalan aspal melainkan hanya berupa kanal. Jadi bepergian dengan perahu adalah cara utama untuk berkeliling di desa ini. Dengan suasana yang hening dan tenang, desa ini sempurna bagi Anda yang mencari relaksasi dan kenyamanan jauh dari kebisingan dan penatnya kota besar.
![]() |
| (Source Image) |
Dipenuhi dengan nuansa damai, hidup di desa Giethoorn akan membuat Anda merasa betah dan nyaman untuk berlama-lama. Menghabiskan waktu di desa ini sangat berbeda dengan hidup di kota besar yang penuh hiruk pikuk dan rentan stres. Karena di desa ini Anda tak perlu terjebak dengan kemacetan, Anda hanya perlu naik perahu untuk tiba di rumah sambil menikmati pemandangan yang indah di sekeliling Anda.
![]() |
| (Source Image) |
Desa Giethoorn didirikan pada tahun 1230 oleh sekelompok pengungsi dari selatan, yang datang ke daerah ini untuk mencari pemukiman baru. Ketika kelompok pengungsi tersebut pertama kali tiba di sini, mereka kagum dengan jumlah tanduk kambing yang tersisa setelah banjir besar. Itulah sebabnya tempat ini dinamakan 'Giethoorn' yang berarti tanduk kambing.
![]() |
| (Source Image) |
Selama bertahun-tahun lamanya, penduduk menemukan banyak deposit gambut. Senang dengan penemuan mereka, para pemukim menggali untuk mencari gambut di daerah yang paling mereka sukai, sehingga penggalian tersebut menimbulkan lubang di tanah. Seiring berjalannya waktu, lubang bekas galian gambut tersebut berubah menjadi danau yang membentuk rantai kanal hingga terlihat seperti sekarang ini.
![]() |
| (Source Image) |
Uniknya rumah-rumah yang berada di desa ini dihubungkan oleh 50 jembatan kayu.
![]() |
| (Source Image) |
Dengan banyaknya alang-alang yang tersedia di daerah berawa ini, maka penduduk memanfaatkan melimpahnya alang-alang untuk digunakan sebagai atap rumah mereka. Di masa sebelumnya, hanya orang kaya yang mampu memakai atap ubin. Sekarang ini, atap jerami justru berharga lebih mahal.
![]() |
| (Source Image) |
| (Source Image) |
Desa ini mulai menjadi terkenal di masa tahun 1960-an berkat sutradara Belanda Bert Haanstra, yang menggunakan desa Giethoorn sebagai lokasi di salah satu filmnya. Perahu yang digunakan di desa ini adalah perahu karet dan perahu kecil sebagai alat transportasi untuk berkeliling di desa ini. Yang menarik adalah, hanya perahu elektrik saja yang boleh dipergunakan, sedangkan penggunaan perahu dengan mesin diesel dilarang keras untuk digunakan di desa nan damai ini.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar